Fetomaternal merupakan cabang subspesialisasi dalam ilmu kebidanan dan kandungan yang berfokus pada pemantauan serta penanganan kehamilan dengan risiko tinggi, baik dari sisi ibu maupun janin. Tujuan utama dari pelayanan fetomaternal adalah menjaga kesehatan ibu hamil sekaligus memastikan tumbuh kembang janin berlangsung optimal hingga waktu persalinan.
Kehamilan secara alami melibatkan perubahan besar pada tubuh ibu. Sebagian besar kehamilan berlangsung normal, namun pada kondisi tertentu dapat muncul faktor risiko yang memengaruhi kesejahteraan ibu dan janin. Kondisi inilah yang menjadi perhatian utama dalam fetomaternal, agar komplikasi dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.
Kondisi yang Menjadi Perhatian Fetomaternal
Beberapa kondisi kehamilan yang termasuk dalam lingkup fetomaternal antara lain tekanan darah tinggi selama kehamilan, diabetes gestasional, gangguan pertumbuhan janin, kelainan cairan ketuban, infeksi pada kehamilan, hingga kehamilan dengan riwayat penyakit kronis pada ibu seperti penyakit jantung, ginjal, atau autoimun. Selain itu, kehamilan pada usia ibu di atas 35–40 tahun serta kehamilan kembar juga memerlukan pemantauan lebih intensif.
Kondisi-kondisi tersebut dapat berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan ibu dan janin. Tanpa pemantauan yang optimal, risiko komplikasi seperti persalinan prematur, gangguan pertumbuhan dan kesejahteraan janin, hingga komplikasi serius pada ibu dapat meningkat.
Kapan Waktu Terbaik Melakukan USG Fetomaternal?
USG fetomaternal merupakan pemeriksaan kehamilan lanjutan yang bertujuan untuk menilai kesehatan ibu dan janin secara lebih mendalam, terutama pada kehamilan dengan risiko tertentu. Pemeriksaan ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi pada waktu-waktu tertentu yang dianggap paling optimal untuk mendapatkan informasi penting terkait perkembangan janin dan kondisi kehamilan.
Secara umum, terdapat beberapa periode kehamilan yang dianggap sebagai waktu terbaik untuk melakukan USG fetomaternal.
Usia Kehamilan 11–13 Minggu
Pada usia kehamilan trimester pertama ini, USG fetomaternal berperan penting sebagai skrining awal. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan usia kehamilan secara akurat, menilai jumlah janin, serta mendeteksi risiko kelainan kromosom dan kelainan struktural dini. Pada tahap ini, USG membantu dokter dalam menentukan risiko kehamilan sejak awal sehingga pemantauan selanjutnya dapat direncanakan dengan lebih baik.
Usia Kehamilan 22–24 Minggu
Memasuki trimester kedua, USG fetomaternal difokuskan pada evaluasi detail organ-organ janin. Pada periode ini, struktur tubuh janin sudah berkembang dengan lebih jelas sehingga memungkinkan penilaian anatomi secara menyeluruh. Selain itu, pemeriksaan juga membantu memprediksi risiko persalinan prematur serta menilai kondisi plasenta dan cairan ketuban.
Usia Kehamilan 32–36 Minggu
Pada trimester ketiga, USG fetomaternal dilakukan untuk memantau pertumbuhan janin dan memastikan kesejahteraannya menjelang persalinan. Pemeriksaan ini menilai apakah pertumbuhan janin sesuai usia kehamilan, bagaimana kondisi plasenta, serta kecukupan cairan ketuban. Informasi dari pemeriksaan ini sangat penting dalam menentukan perencanaan persalinan yang aman bagi ibu dan bayi.
Peran Pemeriksaan Selama Kehamilan
Pemantauan kehamilan secara rutin merupakan kunci utama dalam pelayanan fetomaternal. Pemeriksaan antenatal yang terjadwal memungkinkan dokter untuk menilai kondisi ibu dan janin secara menyeluruh. Salah satu pemeriksaan yang sangat berperan adalah ultrasonografi (USG).
Melalui pemeriksaan USG, dokter dapat memantau pertumbuhan janin, menilai struktur dan perkembangan organ janin, mengevaluasi jumlah cairan ketuban, serta menilai aliran darah antara ibu, plasenta, dan janin. Pemeriksaan tambahan seperti USG