Dalam penelitian kesehatan keluarga, sosok ibu dipandang sebagai figur utama yang menyediakan kelekatan emosional, dukungan fisik, serta pengaturan kehidupan keluarga. Ibu berperan sebagai primary caregiver yang menjaga kesehatan, stabilitas psikologis, dan kesejahteraan anggota keluarga, hingga proses perawatan anggota keluarga yang sakit.
Saat ada anggota keluarga menjalani perawatan medis, ibu hampir selalu menjadi caregiver inti/utama, orang yang terus berada di samping pasien, mengambil keputusan medis, memastikan kebutuhan pasien terpenuhi, dan memberikan dukungan emosional terbaik. Peran seorang ibu hampir selalu menjadi pusat dari proses perawatan keluarga.
Namun ada sisi lain yang jarang terlihat dan terkadang terabaikan, yaitu ibu mengalami compassion fatigue. Seorang ibu bisa sangat sayang, sangat peduli, tetapi tubuh dan hatinya bisa kehabisan tenaga akibat kelelahan saat ia melakukan pendampingan pada anggota keluarga yang sakit. Compassion fatigue adalah kondisi kelelahan emosional, mental, dan fisik yang muncul akibat paparan terus-menerus terhadap penderitaan orang lain, terutama pada mereka yang terlibat dalam hubungan empatik intens seperti caregiver.
Seorang ibu yang merupakan caregiver utama sangat rentan mengalami compassion fatigue. Hal ini dikarenakan ibu memiliki kedekatan emosional yang paling kuat dengan pasien, peran ibu di dalam masyarakat dituntut harus selalu kuat tanpa mengeluh, ibu memikul sebagian besar beban perawatan (rumah,medis,emosional), kurangnya waktu merawat diri, paparan stress kronis saat melakukan pendampingan beresiko menurunkan kesehatan seorang ibu.
Ketika seorang ibu mengalami compassion fatigue, ibu itu sendiri dan bahkan orang-orang disekelilingnya (suami, anak, saudara, teman, dll) dapat melihat tanda-tandanya seperti : mudah marah/tersinggung, sulit tidur, kualitas istirahat menurun disertai rasa bersalah ketika hendak beristirahat, menjadi lebih sering makan atau tidak nafsu makan, merasa sangat kelelahan dan merasa tidak berdaya, sering lupa akan sesuatu hal, sering menangis secara tiba-tiba, sering sakit (sakit kepala, gerd, dll), mengalami kecemasan berlebih (pada diri sendiri atau terhadap yang sakit).
Jika kondisi compassion fatigue pada seorang ibu tidak ia sadari/kenali bahkan orang-orang terdekat disekitarnya juga tidak menyadarinya, kondisi tersebut dapat berdampak pada kondisi psikologis yang berarti, serta mempengaruhi kelancaran proses pendampingan, perawatan dan pemulihan pada anggota keluarga yang sakit.
Melalui edukasi psikologis, support group (kelompok dukungan caregiver) hingga konseling individual, ibu dapat memperoleh dukungan psikologis, pemahaman serta strategi/teknik untuk mengelola stress, merawat diri secara fisik dan psikologis. Tidak hanya itu, dukungan psikologis dari keluarga yang merupakan support system utama sangatlah diperlukan sekali, dukungan dari keluarga berperan penting agar tanggung jawab perawatan tidak hanya bertumpu pada satu orang. Keluarga dapat memberikan waktu istirahat atau ruang pribadi bagi ibu, sehingga dapat membantu menjaga kestabilan fisik dan kestabilan emosinya.
Pada momen peringatan Hari Ibu tanggal 22 Desember ini, penting bagi kita untuk mengingat bahwa ibu bukan hanya pribadi yang memberikan kekuatan, tetapi juga seseorang yang membutuhkan dukungan. Kesejahteraan seorang ibu merupakan bagian penting dari proses kesembuhan. Saat seorang ibu berada dalam kondisi yang sehat, tenang, dan terjaga, kekuatan itu mengalir menjadi energi pemulihan bagi orang yang ia rawat. Karena itu, merawat diri bukan hanya kebutuhan pribadi, akan tetapi juga merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas pendampingan. Seorang ibu yang sejahtera adalah pondasi yang menguatkan setiap proses penyembuhan.
Merawat diri sendiri adalah prasyarat untuk merawat orang-orang di luar diri, mulailah melakukan perawatan mental untuk diri sendiri dulu dan bangun support system yang baik untuk diri sendiri, baru kemudian lakukan perawatan untuk orang lain/keluarga.
Terima kasih untuk setiap ibu yang menjadi cahaya dalam perjalanan pemulihan pasien, terima kasih atas kehangatan, doa, kekuatan yang tidak terlihat, dan cinta yang terus mengalir tiada henti. Seorang ibu bukan hanya mendampingi proses kesembuhan, seorang ibu merupakan bagian dari kesembuhan itu sendiri.
Selamat Hari Ibu.
Referensi:
1. Schulz R, Eden J, editors. Family Caregiving Roles and Impacts. National Academies Press; 2016.
2. World Health Organization. Rehabilitation in health systems. 2017.
3. Goetz, J. L., Keltner, D., & Simon-Thomas, E. (2010). Compassion: An evolutionary analysis and empirical review. Psychological Bulletin, 136(3), 351. https://doi.org/10.1037/a0018807