Loading...

Please wait...

Toggle Sidebar
Education

Self-Care di Hari Raya: Bolehkah Kita Mengutamakan Diri Sendiri Saat Lebaran?

2026-03-11
Self-Care di Hari Raya: Bolehkah Kita Mengutamakan Diri Sendiri Saat Lebaran? image

Self-Care di Hari Raya: Bolehkah Kita Mengutamakan Diri Sendiri Saat Lebaran?

Hari raya atau lebaran identik dengan kebersamaan, silaturahmi, saling memaafkan, dan berkumpul bersama keluarga besar. Momen ini sering kali menjadi waktu yang dinanti-nanti sepanjang tahun. Namun, tidak sedikit orang yang justru merasa lelah secara fisik maupun emosional saat hari lebaran tiba. Ada ketidaknyamanan saat berkumpul baik bersama keluarga handai taulan maupun bersama teman atau masyarakat. Perasaan ini bisa menjadi penghalang untuk pulang kampung, berkumpul, bersilaturahmi bersama keluarga, bahkan teman-teman lama atau tetangga sekitar.

Pertanyaan yang kerap muncul adalah: bolehkah kita mengutamakan diri sendiri karena situasi ini saat lebaran? Apakah itu berarti kita egois?

Dalam kesehatan mental, self-care yg dapat dimaknai sebagai perawatan diri atau kepedulian mengelola diri, ini bukanlah bentuk keegoisan atau self centre, melainkan kebutuhan dasar untuk menjaga keseimbangan emosi, pikiran, dan energi mental yang sehat. Lebaran memang momen sosial spiritual untuk kebersamaan dan berbagi, namun tetap perlu memperhatikan kapasitas diri agar tetap sehat secara mental.

Mengapa Lebaran Bisa Menjadi Sumber Stres?

Pada umumnya lebaran akan membawa kebahagiaan. Namun pada sebagian orang momen ini mungkin bisa memunculkan ketidaknyamanan, bahkan bisa menjadi stress hingga distress.  Hal ini disebabkan karena:

  • Tuntutan sosial untuk hadir pada acara silaturahmi keluarga besar maupun masyarakat.
  • Pertanyaan-pertanyaan sensitif seputar pekerjaan, status sosial, pernikahan, atau anak,
  • Beban finansial menjelang lebaran
  • Tuntutan tampil sebagai “perantau sukses”
  • Konflik antar keluarga yang belum sepenuhnya selesai
  • Memori tentang kehilangan anggota keluarga yang telah tiada

Situasi-situasi tersebut dapat memicu stress atau distress berupa kecemasan, kelelahan, masalah emosional, mood iritabile atau sensitif, bahkan dapat memperburuk kondisi pada individu yang mengalami gangguan kecemasan atau depresi. Pada saat seseorang terpapar stressor tentunya ada mekanisme fight or flight. Mekanisme koping ini merupakan salah satu cara untuk melindungi kapasitas mental kita. Kita harus bisa memanfaatkan mekanisme koping ini secara tepat dengan mengetahui cara mengelolanya dengan baik. Kita harus tahu saat yg tepat kapan kita harus tetap fight secara sehat atau flight dengan elegan. Self care yang tepat saat hari lebaran adalah salah satu contoh menerapkan mekanisme coping ini untuk menghindari stressor yang menyebabkan ketidaknyamanan bahkan nyeri (pain) secara psikologis.

Apa Itu Self-Care dalam Konteks Hari Lebaran?

Self-care bukan berarti menolak bersilaturahmi atau menghindari keluarga. Self-care berarti mampu mengenali kemampuan mental dan mengelolanya apabila berada pada situasi atau lingkungan yang dapat menimbulkan stressor baginya. Keseimbangan dalam hal ini tentunya dapat membuat individu mampu hadir dengan cukup baik (good enough) dalam lingkungannya, menjalani peran sosial namun tetap menjadi individu yang sehat SEJ(well-being)

Beberapa bentuk self-care saat Lebaran antara lain:

1.     Mengatur jadwal kunjungan secara realistis
Tidak semua undangan harus dihadiri, berikan prioritas sesuai waktu dan kebutuhan.

2.     Siapkan diri; Tidak ada orang yang sempurna. Tanamkan pikiran positif, bangun kepercayaan diri, lihat, kenali sisi positif diri, dan jaga penampilan.

3.     Berani menetapkan batasan (boundaries)
Hindari memulai percakapan yang tidak nyaman, bila tidak mungkin, kita berhak mengalihkan pembicaraan dengan cara yang sopan.

4.     Memberi ruang dan waktu untuk diri sendiri
Luangkan waktu sejenak untuk diri sendiri dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan, menikmati hidangan kegemaran, atau aktivitas menyendiri secara relaks; mengatur pernafasan dan menikmati sekitar (mindfulness)

5.     Mengelola ekspektasi
Tidak ada keluarga yang sempurna. Menerima bahwa dinamika keluarga adalah hal yang wajar dan sifatnya sementara dapat membuat kita berpikir lebih positif dan mengurangi beban mental.

6.     Memperhatikan kebutuhan fisik
Tidur cukup, pola makan sehat, minum air putih yang cukup, dan olahraga dapat membantu menjaga kestabilan emosi.

Apakah Mengutamakan Diri Sendiri Itu Egois?

Menjaga kesehatan mental adalah bagian dari tanggung jawab bersama, bahkan bagian dari hak azazi manusia. Kita tidak bisa memberikan energi positif kepada orang lain jika diri sendiri sedang kelelahan, atau tertekan secara psikologis.

Mengutamakan diri sendiri pada saat yang tepat sesuai dengan kebutuhan kapasitas mental justru membuat kita lebih hadir secara utuh saat bersama keluarga. Self-care bukan berarti menolak kebersamaan, tetapi memastikan bahwa kebersamaan tersebut dijalani dengan kondisi mental sehat, sehingga menghasilkan kebersamaan dan silaturahmi yang berkualitas, sehat, produktif dan dapat membawa keberkahan.

Kapan Perlu Mencari Bantuan Profesional?

Jika seseorang mengalami:

  • Perasaan sedih berkepanjangan
  • Gangguan tidur berat
  • Kecemasan yang sulit dikendalikan
  • Perasaan hampa atau putus asa
  • Konflik keluarga yang memicu stres berat
  • Kondisi-kondisi mental yang membuat seseorang tidak mampu menjalankan fungsi atau pekerjaannya dengan baik

Maka konsultasi dengan profesional kesehatan mental dapat menjadi langkah yang tepat. Dukungan pada waktu yang tepat untuk mencegah masalah psikologis berkembang menjadi lebih berat.

Hari lebaran adalah momen religius spiritual yang penuh makna. Namun bukan berarti kita mengabaikan kesehatan mental, kesehatan mental tetap menjadi prioritas.  Self-care yang tepat, membuat kita dapat merayakan lebaran dengan lebih tenang, tulus, penuh makna dan Insya Allah membawa keberkahan.

Referensi:
American Psychiatric Association. (2022). Stress management and self-care.
World Health Organization. (2023). Mental health and well-being guidelines.