Loading...

Please wait...

Toggle Sidebar
Education

Gigi Berjejal pada Usia Anak dan Remaja: Kapan Harus Pasang Behel?

2026-02-28
Gigi Berjejal pada Usia Anak dan Remaja: Kapan Harus Pasang Behel? image

Gigi berjejal merupakan salah satu kelainan pertumbuhan gigi yang cukup sering ditemukan pada usia anak dan remaja. Kondisi ini ditandai dengan posisi gigi-geligi di rahang atas maupun rahang bawah yang tidak tersusun sejajar, saling bertumpuk, atau berputar akibat keterbatasan ruang pada lengkung rahang. Dalam istilah kedokteran gigi, kondisi ini dikenal dengan sebutan crowding.

Gigi berjejal adalah salah satu dari maloklusi yang disebabkan karena kecenderungan faktor herediter (genetik) yang kuat, dan juga dapat disebabkan oleh faktor lingkungan. Crowding yang disebabkan oleh faktor genetik, antara lain adalah ketidaksesuaian antara ukuran gigi dan ukuran lengkung rahang, seperti ukuran rahang yang kecil namun ukuran gigi yang relatif besar, sehingga gigi-geligi tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh yang mengakibatkan gigi-gigi tumbuh tidak pada garis lengkung rahang. Menurut (Proffit dkk., 2019), terdapat faktor-faktor yang menyebabkan gigi berjejal, salah satunya persistensi gigi sulung dan posisi benih gigi yang tidak tepat.

Selain faktor genetik, faktor lingkungan atau fungsional juga memiliki andil dalam menyebabkan terjadinya crowding, seperti kehilangan gigi susu terlalu dini, kebiasaan mengisap jari, penggunaan empeng dalam jangka panjang, dan bernapas melalui mulut. Hiperfungsi kelenjar endokrin (acromegaly/gigantism, hypothyroidism) dan gangguan metabolisme kalsium (hypoparathyroidism, kekurangan vitamin D) juga dapat berkontribusi dalam perkembangan rahang dan pertumbuhan gigi yang tidak seimbang sehingga memicu terjadinya gigi berjejal.

Di Indonesia, maloklusi menempati peringkat ketiga masalah gigi tertinggi setelah karies dan penyakit periodontal. Meskipun bukan termasuk penyakit infeksi, malposisi gigi juga mengganggu kesehatan gigi dan mulut. Pertumbuhan gigi yang tidak sejajar bukan hanya berdampak pada estetika wajah, tetapi juga dapat mempengaruhi fungsi pengunyahan, artikulasi bicara, serta kebersihan rongga mulut. Area gigi yang berjejal biasanya sulit disikat atau dibersihkan. Akumulasi plak lebih banyak tercatat pada individu yang giginya berjejal karena kesulitan untuk membersihkannya, sehingga plak akibat sisa makanan mudah terselip dan terperangkap di antara gigi yang berjejal. Kondisi ini tentunya akan menurunkan tingkat kebersihan mulut, sehingga risiko karies dan gingivitis meningkat. Gingivitis adalah peradangan gingiva yang disebabkan oleh invasi bakteri dari plak gigi yang terakumulasi.