Cegah Stunting Pada Anak – dr. Nanda Permata Fajarani

Stunting ialah kondisi pada balita yang memiliki tinggi badan di bawah rata-rata. Kondisi ini berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas. Stunting pada dasarnya terjadi akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK).

Pertumbuhan pada periode 1000 HPK merupakan periode pertumbuhan dari janin hingga anak berusia 24 bulan. Anak dikategorikan mengalami stunting apabila tinggi badannya berada di bawah minus dua standar deviasi panjang atau tinggi anak seumurnya.

Penyebab stunting yang paling utama adalah masalah kekurangan gizi saat ibu mengandung. Stunting bisa juga terjadi bila ibu hamil tidak cukup mendapatkan asupan nutrisi seperti kalsium, zat besi, asam folat, omega-3, serta vitamin dan mineral penting lainnya. Akibatnya, janin di dalam kandungan juga tidak mendapat nutrisi yang memadai, lahir dengan berat badan rendah, risiko gizi buruk, atau komplikasi lain.

Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah Stunting pada anak

  1. Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil
  2. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak masa kehamilan. Ibu yang sedang mengandung diharapkan untuk selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi maupun suplemen atas anjuran dokter. Selain itu, ibu yang sedang menjalani proses kehamilan juga sebaiknya rutin memeriksakan kesehatannya ke dokter atau bidan.
  3. Beri ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan
  4. ASI ternyata berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro. Oleh karena itu, ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan kepada sang buah hati. Protein dan kolostrum yang terdapat pada susu ibu pun dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi.
  5. Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI sehat
  6. Berikan MPASI kepada anak dengan memenuhi gizi mikro dan makro untuk mencegah stunting. Pastikan MPASI disajikan dengan higienis untuk mencegah infeksi pada anak
  7. Terus memantau tumbuh kembang anak
  8. Orang tua perlu terus memantau tumbuh kembang anak mereka, terutama dari tinggi dan berat badan anak. Bawa si Kecil secara berkala ke Posyandu maupun klinik khusus anak.
  9. Selalu jaga kebersihan lingkungan
  10. Seperti yang diketahui, anak-anak sangat rentan akan serangan penyakit, terutama jika lingkungan sekitar mereka kotor. Faktor ini pula yang secara tak langsung meningkatkan peluang stunting. Salah satu faktor resiko anak menjadi stunting adalah mengalami diare yang berulang, diare sering kali terjadi karena lingkungan anak yang tidak bersih sehingga kotoran dapat masuk ke saluran pencernaan mereka.

 

SUMBER :

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil Utama Riset Kesehata Dasar (RISKESDAS). Journal of Physics A: Mathematical and Theoretical, 44(8), 1-200.

Unicef Indonesia. (2013). Ringkasan Kajian Gizi Ibu dan Anak, Oktober 2012. www.unicef.org

World Health Organization. (2013). Nutrition Landcape Information System (NLIS) Country Profile Indicators: Interpretation quite (Serial Online). http://www.WHO.int//nutrition