Serangan Jantung Tak Pernah Pandang Bulu

Penyebab-Terjadinya-Penyakit-Serangan-Jantung

By : dr. Adrian Dwi Putra

Di mana saja, kapan saja, siapa saja. Tak kenal waktu ancaman terus menanti bagi ia yang tak sayangi kesehatan diri sendiri.

Serangan jantung merupakan salah satu kelompok penyakit kardiovaskular, sekelompok penyakit yang disebabkan oleh gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah. Penyakit kardiovaskular sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, yang paling sering adalah penyakit jantung koroner dan stroke. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2007 oleh Departemen Kesehatan RI angka kejadian penyakit jantung berada di angka 7,2%. Penelitian lain menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner menduduki urutan ketiga (8,7%) sebagai penyebab kematian di daerah perkotaan.

Apa yang sebabkan serangan jantung?

Serangan jantung terjadi ketika saluran pembuluh darah yang menjadi sumber nutrisi dan bahan bakar bagi otot jantung tertutup tiba-tiba. Hal tersebut menyebabkan otot-otot jantung ‘berteriak’ kelaparan yang ditandai dengan rasa nyeri. Umumnya sumbatan berasal dari plak atau tumpukan ‘lemak darah’ yang terakumulasi selama bertahun-tahun sebelum akhirnya terlepas atau terobek dari dinding pembuluh darah.

Apa saja yang dapat menyebabkan penumpukan plak?

Serangan jantung bukanlah demam berdarah yang disebabkan oleh satu faktor, seperti virus demam berdarah. Serangan jantung sebagai salah satu penyakit kardiovaskular disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor resiko, bukan hanya ‘lemak’ yang kerap dijadikan kambing hitam. Proses terjadinya pun bukan proses sehari semalam namun berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Berdasarkan sifatnya terdapat faktor-faktor penyakit kardiovaskular yang dapat diubah dan tidak dapat diubah.

Faktor yang tidak dapat diubah, antara lain :

  • Riwayat keluarga dengan penderita penyakit jantung koroner beresiko lebih tinggi
  • Usia diatas 45 tahun untuk laki – laki dan diatas 55 tahun untuk perempuan juga beresiko lebih tinggi

Sementara, faktor yang dapat diubah :

  • Hipertensi (darah tinggi)
  • Diabetes mellitus (kencing manis)
  • Dislipidemia (kolesterol tinggi)
  • Aktivitas fisik rendah
  • Diet tidak seimbang
  • Stres berlebihan atau terus menerus

Mencegah lebih baik dari mengobati!

Oleh karena sumber masalah yang beragam, maka penanganannya juga beragam. Pencegahan penyakit jantung dapat dilakukan dengan melakukan perilaku CERDIK :

  • Cek kesehatan secara berkala

Deteksi dini untuk penyakit jantung dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan kesehatan rutin untuk mengetahui faktor – faktor resiko yang dimiliki sehingga dokter dapat memberikan penanganan awal terutama untuk faktor resiko yang dapat diubah.

  • Enyahkan asap rokok

Rokok sendiri mengandung berbagai zat berbahaya untuk tubuh dan dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung koroner dan penyakit – penyakit lain seperti penyakit paru dan kanker.

  • Rajin aktivitas fisik

Aktivitas fisik yang diajurkan adalah olahraga ringan seperti jogging dan bersepeda dengan durasi minimal 30 menit dan frekuensi minimal 3 kali seminggu. Hindari gaya hidup yang hanya duduk dan menonton TV.

  • Diet sehat dengan kalori seimbang

Perbanyak konsumsi makanan yang bergizi dan tinggi serat seperti sayuran dan buah – buahan. Kemudian kurangi konsumsi makanan tinggi lemak dan garam seperti makanan cepat saji.

  • Istirahat yang cukup

Usahakan selalu mendapat waktu istirahat yang cukup. Waktu tidur rata – rata orang dewasa yang cukup adalah 7 – 8 jam sehari. Hindari kerja berlebihan tanpa istirahat.

  • Kelola stres

Stres merupakan reaksi psikologis dan fisik yang normal terhadap tuntutan kehidupan yang semakin meningkat. Namun, stres yang berlebihan dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung sehingga kita harus mampu mengelola stres dengan baik. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yang mudah seperti melakukan hobi masing – masing, relaksasi (yoga), selalu bersikap positif, berolahraga, konsumsi makanan, atau meminta bantuan dokter.

Article by admin