Cara Berpuasa Aman pengidap Diabetes Melitus

2f952cea5920e3b484589620464469c6

Oleh : dr. Paramita Khairan, SpPD

Apakah anda orang dengan diabetes mellitus? Apakah anda tetap ingin berpuasa selama bulan Ramadhan? Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Muslim sedunia. Tentunya kita ingin melaksanakan puasa dengan tenang, walaupun mengalami diabetes mellitus. Bagaimana caranya? Berdasarkan peneli‑an, berpuasa pada bulan Ramadhan menimbulkan efek yang baik bagi pasien diabetes mellitus. Yaitu dapat mengurangi kadar kolesterol total dan menurunkan risiko kejadian kardiovaskular (penyumbatan pembuluh darah jantung ataupun serangan jantung). Di sisi lain, puasa bulan Ramadhan pada orang dengan diabetes mellitus dapat menimbulkan peningkatan gula darah yang terjadi secara cepat setelah waktu berbuka, sehingga kedakstabilan gula darah dapat menimbulkan problem tersendiri. Risiko utama yang dapat terjadi pada orang dengan diabetes mellitus yang berpuasa pada bulan ramadhan

ada 4, yaitu:

  • Hipoglikemia : Kadar gula darah turun di bawah normal dan menimbulkan gejala seper lemas, berkeringat dingin, pusing, hingga kehilangan kesadaran/pingsan.
  • Hiperglikemia : Kadar gula darah naik di atas normal

 Ketoasidosis Diabetikum : Kadar gula darah naik hingga jauh di atas normal sehingga menimbulkan gangguan metabolisme dan menimbulkan gejala mual, muntah, hingga penurunan kesadaran.

  •  Dehidrasi
  •  Trombosis : Penyumbatan pembuluh darah oleh karena terbentuknya gumpalan darah.

Walaupun begitu, risiko yang terkait puasa pada bulan ramadhan dapat dicegah dengan mengenali ngkat risiko anda serta menjalankan persiapan yang baik beberapa minggu sebelum puasa bulan Ramadhan dimulai.Terdapat 4 ngkat risiko orang dengan diabetes mellitus yang berpuasa di bulan

Ramadhan, yaitu:

  1. Risiko rendah ·xDiabetes terkontrol baik, dengan intervensi gaya hidup dan diet yang baik dan/atau obat andiabetes oral.
  2. Risiko sedang ·Diabetes terkontrol baik, dengan obat andiabetes baik oral maupun insulin basal.
  3. Risiko tinggi
  • xHiperglikemia sedang ( Glukosa darah 150-300 mg/dL atau HbA1Cc 7,5-9%
  • xInsufisiensi renal(Penurunan fungsi ginjal)
  • xKomplikasi makrovaskular lanjut
  • xTinggal sendiri dan terapi diabetes menggunakan insulin atau obat jenis sulfonilurea(glibenklamid, glikazid)
  • xUsia tua dengan vngkat kesehatan yang dak begitu baik
  • xMenggunakan obat-obatan yang mempengaruhi kesadaran(misal obat dur)
  • xKondisi komorbid yang meningkatkan risiko ( penyakit ha kronik seper sirosis,

hepaŸs kronik, penyakit paru kronik, kanker, dll

  1. Risiko sangat tinggi
  • xMengalami hiperglikemia berat, Ketoasidosis diabekum ≤ 3 bulan sebelum bulan

Ramadhan.

  • xRiwayat mengalami hipoglikemia berulang
  • xKadar gula darah Zdak terkontrol dengan baik
  • xDM Dpe 1
  • xSedang mengalami penyakit akut(misalnya infeksi paru, infeksi saluran kemih)
  • xAkvitas fisik yang sangat berat
  • xHamil
  • xHemodialisis Apabila anda orang dengan diabetes yang termasuk ke dalam risiko rendah atau sedang, dapat berpuasa dengan sebelumnya berkonsultasi kepada dokter untuk mendiskusikan dosis obat dan cara pemakaian obat yang disesuaikan dengan waktu puasa dan memeriksa gula darah sendiri 2-3 kali per hari selama berpuasa. Bagaimana bila anda termasuk ke dalam klasifikasi risiko nggi ? anda disarankan untuk dak berpuasa. Namun apabila anda sangat ingin berpuasa, maka anda harus memperhakan hal-hal sebagai berikut:
  • xBerdiskusi dengan dokter anda mengenai hal-hal yang harus dilakukan selama puasa, serta mendiskusikan mengenai dosis obat yang disesuaikan selama puasa.
  • xMemeriksa gula darah beberapa kali dalam sehari selama puasa.
  • xHarus bersiap untuk berbuka puasa pada keadaan hipoglikemia atau hiperglikemia berat
  • xHarus bersiap untuk berhen berpuasa Ramadhan bila terjadi hipo atau hiperglikemia berulang selama puasa atau terdapat kondisi klinis berat lainnya. Hal yang juga penng

untuk diperhakan adalah, bagi orang dengan diabetes yang berpuasa di bulan Ramadhan, harus berbuka puasa pada keadaan sebagai berikut:

  • xGula darah < 70 mg/dl
  • xGula darah > 300 mg/dl
  • xGejala hipoglikemia: gemetar, berkeringat dingin, berdebar-debar, kelaparan, penurunan kesadaran(bingung hingga pingsan)
  • xGejala hiperglikemia: rasa haus yang amat sangat, lapar, buang air kecil sering, lelah, bingung . Bagaimana dengan anda? Segera persiapkan diri anda, agar dapat melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan tenang dan aman. Salam sehat.

dr.Paramita Khairan, SpPD. Internist RS Permata Cibubur

Article by gladis marketing

no replies

Leave your comment