BAHAYAKAH PENYAKIT DIFTERI ??

BAHAYAKAH PENYAKIT DIFTERI ??

Difteri merupakan suatu infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheria dimana umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan serta dapat menyerang kulit.
Penyebaran bakteri ini dapat terjadi dengan mudah. Difteri didapat melalui kontak dengan karier atau seseorang yang sedang menderita difteri.

Sejumlah cara penularannya meliputi :
1. Terhirup percikan ludah (droplet) penderita yang terdapat di udara saat penderita batuk ataupun bersin.
2. Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri tersebut.
3. Sentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita.

Difteri umumnya memiliki masa inkubasi (rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai dengan adanya gejala yang muncul) 2 sampai dengan 5 hari, dimana gejala-gejala dari penyakit difteri tersebut meliputi:

- Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel
- Nyeri tenggorokan dan suara serak
- Sulit bernafas
- Demam dan menggigil
- Pembengkakan kelenjar limfe pada leher (bullneck)
- Hidung dapat mengeluarkan sekret (pilek) yang bercampur darah
- Difteri juga terkadang dapat menyerang kulit dan menyebabkan luka seperti borok (ulkus)

Diagnosa Difteri dapat ditegakkan secara klinis tetapi dapat dikonfirmasi dengan kultur organisme, contoh swab tenggorok.

BAGAIMANA CARA PENCEGAHAN DIFTERI ??

Pencegahan difteri terdapat dalam vaksin DPT, dimana vaksin ini meliputi difteri, pertusis dan tetanus yang termasuk dalam imunisasi wajib di Indonesia.
Pemberian vaksin ini dilakukan 5 kali pada saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 18 bulan dan lima tahun. Selanjutnya diberikan booster dengan vaksin sejenis yaitu vaksin DT pada usia 5-7 tahun dan vaksin Tdap/Td pada usia 10-18 tahun.

Untuk dewasa (usia > 19 tahun), Vaksin Td dapat diulangi (Booster) setiap 10 tahun untuk memberikan perlindungan optimal. Penyuntikan sebanyak 3 kali (imunisasi primer) diperlukan bagi mereka yang pada tahun 2017 berusia > 40 tahun oleh karena program vaksin DPT baru masuk kedalam program pemerintah pada tahun 1976, dan juga jika riwayat imunisasi tidak lengkap atau tidak diketahui. Imunisasi tersebut diberikan sebanyak 3 kali dengan jarak 1 dan 6 bulan dari penyuntikan pertama.

Article by rizki auliya rachmawati

Leave your comment