AKNE (JERAWAT)

by : dr. Julia R.D. Nizam, SpKK
Poliklinik Kulit & Kelamin, RS Permata Cibubur

 

Akne atau jerawat sesungguhnya bukan merupakan kasus kosmetik, walaupun keluhan utama selalu berkaitan dengan penampilan. Akne akan berdampak psikologis terhadap penderita, yang selanjutnya tentu berdampak pada citra diri penderita akne dan mempengaruhi kualitas hidup. Sehingga dengan demikian akne perlu penanganan segera untuk memperbaiki kualitas hidup.
Akne adalah inflamasi atau peradangan unit pilosebasea, yaitu struktur yang terdiri dari rambut, folikel rambut (pori), otot erector pili dan kelenjar sebasea (kelenjar minyak). Kelenjar sebasea terdapat di seluruh permukaan kulit. Kelenjar sebasea terbesar dan terbanyak ada di wajah, punggung, dada, dan bahu; oleh karena itu maka akne umumnya terjadi dilokasi-lokasi tersebut.
Kelenjar sebasea akan semakin aktif memasuki usia pubertas karena adanya peningkatan hormon androgen yang memacu produksi sebum. Itulah mengapa akne seringkali terjadi pada usia pubertas. Pada wanita umumnya akne terjadi di usia 10-17 tahun, dan pada pria sekitar usia 14-19 tahun. Acne pada usia dewasa bisa saja terjadi, umumnya berkaitan dengan faktor hormonal.
Hormon androgen adalah hormon “khas” pria, pada wanita pun ada namun kadarnya jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan pria. Akne pada pria umumnya lebih parah dibandingkan dengan pada wanita. Wanita yang mengalami status androgen berlebihan atau hiperandrogen dapat mengalami akne yang parah.

PENYEBAB AKNE
Empat hal yang berperan sebagai penyebab munculnya akne adalah hiperaktivitas kelenjar sebasea (aktivitas kelenjar minyak berlebih), pori tersumbat, bakteri, dan inflamasi (peradangan).
Sebum, yaitu minyak yang diproduksi tubuh untuk mencegah kulit dari kekeringan; diproduksi terus menerus oleh kelenjar sebasea dan disekresikan ke permukaan kulit melalui pori folikel rambut. Sebum meningkat secara dramatis selama masa remaja saat hormon androgen memacu produksi sebum berlebih. Tidak semua kelebihan sebum dapat mengalir bebas ke permukaan kulit. Ketidakseimbangan antara produksi sebum dan kapasitas sekresi sebum, akan menyebabkan sumbatan pada pori folikel rambut. Pori yang tersumbat merupakan sumber makanan yang baik untuk bakteri. Akibatnya, bakteri Propionibacterium aknes (P.aknes); yaitu bakteri yang ditemukan di permukaan kulit setiap manusia; akan berkembang dan menyebabkan peradangan atau inflamasi.
Inflamasi atau peradangan yang terjadi akan menentukan tipe akne yang akan muncul. Inflamasi ringan artinya aliran sebum disumbat dekat dengan permukaan kulit. Hasilnya adalah komedo hitam atau komedo putih. Bila sumbatan lebih dalam akan terbentuk papul (pimple). Bila sumbatan sedikit lebih dalam akan terbentul pustul. Sumbatan sangat dalam akan menyebabkan inflamasi yang berat, mengakibatkan pembentukan nodus atau kista. Nodus dan kista adalah tipe terberat dari akne.

PERAWATAN KULIT DENGAN AKNE
Pencucian wajah secara berlebihan dan scrubbing tidak akan mencegah ataupun menyembuhkan akne, tetapi akan mengiritasi kulit dan memperburuk akne. Kami menyarankan pencucian secara lembut, dua kali sehari dengan sabun pembersih ringan dan air hangat (suam-suam kuku). Ini akan membantu mengatasi kelebihan sebum, dan sangat penting dalam mengontrol akne. (Topik mengenai sabun atau bahan pembersih untuk wajah akan saya sampaikan pada artikel mendatang). Jika memiliki rambut yang berminyak, sebaiknya keramas setiap hari untuk mengurangi kemungkinan minyak dari rambut mencapai ke kulit wajah.

DIET PADA AKNE
Diet tidak berkontribusi terhadap patofisiologi akne. Akne tidak disebabkan oleh makanan spesifik, namun makanan tertentu dapat memperburuk akne. Jika demikian, maka cobalah untuk menghindarinya.
Beberapa penelitian menyatakan :
– Low glycemic load diet (membatasi asupan gula atau glukosa) dilaporkan mereduksi atau mengurangi jumlah lesi akne.
– Konsumsi lebih banyak ikan yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda omega 3 dapat mengurangi akne
– Kandungan iodine dalam produk susu (iodine dan iodophor digunakan dalam proses produksi susu kemasan) dan juga berbagai jenis seafood (sarden, salmon, tuna, cumi, rumput laut) dapat membuat akne flare up
– Konsumsi makanan yang mengandung kakao / coklat tidak berkaitan dengan munculnya akne, namun penambahan gula pada produk yang mengandung kakao / coklat dapat memperburuk lesi akne.
– Konsumsi bahan makanan mengandung karotenoid (sumber vitamin A), semisal tomat, apricot, pepaya, wortel, anggur merah, jambu biji, semangka, dll dapat membantu menekan pertumbuhan akne.
Penting juga untuk diketahui bahwa makanan berminyak tidak selalu membuat kulit lebih berminyak, tetapi mengkonsumsi makanan berminyak dapat meninggalkan minyak pada wajah, terutama seputar mulut. Jika minyak goreng mengenai kulit wajah, akan memperburuk akne.
Pola nutrisi yang baik secara konsisten merupakan pilihan tepat untuk kesehatan tubuh secara umum, dan kesehatan kulit khususnya, termasuk mencegah munculnya akne. Diet kaya akan buah dan sayur adalah paling ideal.
Penelitian menunjukkan bahwa hal-hal dibawah ini dapat memicu atau memperburuk akne :
● genetik
● hormon
● menstruasi / haid
● stress emosional

KOSMETIK DAN AKNE
Penderita akne dengan kulit cenderung berjerawat boleh saja menggunakan kosmetik tertentu. Pilihlah kosmetik, termasuk tabir surya, dari jenis yang oil-free, untuk menghindari sumbatan pori. Produk oil-free biasanya diberi label “non-komedogenik”. Produk-produk oil-free semestinya tidak menyebabkan komedo hitam atau komedo putih atau “non-aknegenik” (tidak menyebabkan papul akne). Kosmetik oil-free ini dapat diaplikasikan harian dan harus dibersihkan setiap malam dengan pembersih ringan dan air hangat.
Bila ingin sedikit menutupi tampilan kurang menyenangkan karena wajah sedang berjerawat, boleh menggunakan lotion jerawat, bedak tabur (loose powder), dan bila kurang memuaskan dapat dikombinasi dengan foundation oil-free untuk cover up.
Produk perawatan rambut boleh saja digunakan. Saat mengaplikasikan spray, gel, atau produk lain ke rambut, lindungi wajah anda sehingga produk tidak mengenai kulit wajah.

PENGOBATAN AKNE
Menunggu sampai akne sembuh sendiri akan membuat frustrasi. Menunda-nunda pengobatan dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut (skar) permanen, penderita merasa citra diri buruk, hingga penderita dapat mengalami depresi. Untuk menghindari jaringan parut dan dampak emosional pada penderita, akne harus diobati segera dan secara tepat. Pengobatan dilanjutkan (untuk maintenance) sepanjang diperlukan untuk mencegah akne berulang.
Yang harus pasien ketahui adalah bahwa :
● Pengobatan akne secara kilat, hanya semalam atau penyembuhan segera itu tidak pernah ada, atau tidak pernah terjadi; jadi pasien harus bersabar menjalani pengobatan dengan kepatuhan.
● Pengobatan akne umumnya memakan waktu sekitar 4-8 minggu. Alasan pengobatan akne memakan waktu adalah karena selain untuk mengobati lesi akne yang sudah ada, juga sekaligus untuk mencegah timbulnya lesi akne baru. Seperti sudah diketahui, lesi baru bisa jadi terus muncul. Oleh karenanya, pengobatan akne adalah berkelanjutan.
Beberapa pasien saat menjalani pengobatan, seringkali kurang sabar sehingga beberapa pasien tergoda untuk memencet lesi akne untuk menyingkirkannya. Kami dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (SpKK) tidak pernah merekomendasikan tindakan mengangkat, menggaruk, popping, dan memencet jerawat karena cenderung memperburuk akne dan bahkan dapat menyebabkan skar atau jaringan parut.
Saat penderita datang untuk konsultasi kepada kami SpKK, kami menawarkan banyak pengobatan yang dinilai efektif untuk tiap pasien. Sebelum merekomendasikan rencana pengobatan, dokter akan mempertimbangkan banyak faktor meliputi gender (laki-laki atau perempuan), usia, dan keparahan akne. Untuk wanita, ada pertimbangan pengobatan bila pasien berencana hamil dalam waktu dekat atau memang pasien sedang hamil atau menyusui. Sebelum memulai pengobatan akne, pastikan untuk mengatakan hal ini pada dokter. Informasi ini membantu SpKK untuk membuat rencana pengobatan yang tepat bagi tiap pasien.
Obat-obatan bisa dalam bentuk topikal (dioleskan pada kulit) atau sistemik / oral (diminum dan bekerja dari dalam tubuh). Beberapa pasien bahkan mendapat pengobatan kombinasi topikal dan oral. Pada lesi akne tertentu dapat saja SpKK melakukan tindakan injeksi (suntikan) dengan obat tertentu. Injeksi digunakan untuk pengobatan lesi akne yang besar dan nyeri (nodus). Injeksi ini dapat meredakan nyeri dan membantu menghilangkan lesi nodus secara lebih cepat.
Pengobatan topikal saja biasanya untuk kasus akne yang ringan. Beberapa pengobatan topikal yang umum diresepkan bisa mengandung zat-zat berikut; antibiotik, retinoid, peroksida benzoate, dan asam salisilat. Pengobatan topikal bisa dalam berbagai bentuk, seperti gel, lotion, atau krim. Dokter akan menentukan mana yang paling tepat untuk kondisi kulit pasien.
Pengobatan sistemik berupa antibiotik oral diberikan untuk kasus akne sedang sampai berat, dan kasus akne yang resisten (tidak mempan) terhadap obat topikal, serta akne yang meliputi area luas tubuh. Antibiotik oral yang diresepkan untuk akne adalah dapat tetrasiklin, doksisiklin, minosiklin, eritromisin, trimetoprim-sulfametoksazol, trimetoprim, atau azitromisin.
Dokter dapat saja meresepkan pil KB untuk menurunkan efek hormon pria (antiandrogen) pada beberapa pasien wanita. Beberapa pil KB disetujui penggunaannya untuk pengobatan akne. SpKK akan membantu menentukan apakah ini opsi yang efektif untuk pasien.
Pengobatan sistemik lain adalah isotretinoin. Obat ini digunakan untuk mengobati akne nodulokistik berat yang resisten terhadap terapi. Pasien yang sedang hamil atau berencana hamil dalam waktu dekat tidak diperbolehkan minum isotretinoin. Risiko kecacatan kongenital yang berat sangat tinggi. Bahkan minum obat ini jangka pendek dapat menyebabkan kecacatan berat pada bayi yang dilahirkan.
Untuk kasus skar akne, dapat diatasi dengan tindakan peeling, laser, filling kolagen, atau tindakan bedah untuk revisi skar dengan eksisi dan punch grafting.

PERAWATAN YANG TEPAT ADALAH PENTING
Akne harus segera diobati, agar tidak berdampak psikologis bagi pasien. Pengobatan yang tepat dan segera dapat mencegah skar dan membantu pasien untuk tampil bersih dan sehat serta cantik. Menemui SpKK membantu memastikan bahwa pasien mendapat perawatan akne yang tepat.

Article by gladis marketing

Leave your comment